Selama di Bandung, pacar ga banyak mau cerita gimana hasil pembicaraannya. Bilangnya selalu nanti aja pas ketemu, lebih enak diomongin langsung. Ngeri ga tuh? Hahaha. Tapi berhubung pacar sempat tanya gimana pendapat aku tentang tanggal 13, kelihatannya respon orangtuanya relatif positif kalau begitu. Dan untungnya, memang begitu.
Balik dari Bandung, si pacar ceritalah panjang lebar tentang apa aja yang diomongin kemarin. Intinya dia lumayan pusing karena masalah tanggal. Dari pihak ortunya mau milih tanggal lamaran aja mau lihat tanggalan Jawa, padahal mereka jelas bukan keluarga Jawa. Dan soal tanggal 13, terjawab sudah di percakapan kali itu. Sempet ada tanggal yang oke, tapi tanggalan China-nya 13 dan papanya pacar jadi ga mau. Pacar jadi pusinglah. Uda harus ikut tanggalan Jawa, tanggalan China-nya masih diperhatiin, budaya barat tentang tanggal 13 juga dipikirin pula. Lengkap deh! Hehe.
Aku pun berusaha nenangin pacar. Waktu itu aku bilang "one thing at a time". Intinya semuanya pasti memang kelihatan overwhelming, tapi kalau dikerjain satu-satu, pasti beres juga. Seminggu itu pun kita pusing-pusing mikirin apa aja yang harus dipikirin. Jadi kira-kira kalau kalian baru awal banget mau mulai persiapan pernikahan, siap-siap aja mikirin hal-hal berikut:
- Tanggal pernikahan
Menurut aku, ini yang paling paling paling penting buat diputuskan pertama kali. Karena hampir hal-hal selanjutnya di list ini lumayan bergantung sama tanggal ini. Kalau keluarga kedua belah pihak kebetulan ga punya preferensi pemilihan tanggal, selamat, kalian ga usah pusing-pusing dengan hal ini. Tapi kalau ada, get it right first. Di kasus aku, concern untuk tanggal ini tinggi sekali. Keluarga cowok mau sesuai tanggalan Jawa, keluargaku mau sesuai tanggalan China. Kabar buruknya, mostly bentrok, hahaha. Kabar baiknya, pada akhirnya kita tetap dapat tanggal yang disepakati bersama kok, hihi. Walaupun tanggal ini aja akhirnya cuma 1 yang cocok dari kalender setahun. Noh, setahun aja cuma dapet 1 tanggal yang semua senang. Kalau nyarinya mepet-mepet, bisa berabe. - Tanggal lamaran
Yang ini antara penting ga penting sih buat dipikirin di awal. Penting kalau tanggal pernikahan kalian jaraknya ga jauh dari awal kalian mulai persiapan (tuh kan tergantung tanggal pernikahan) atau atura pemilihan tanggalnya ketat juga (lihat nomor 1), ga penting kalau tanggal pernikahannya masih jauh banget atau ga punya patokan tertentu tentang hari baik. Soalnya kalau masih jauh banget, tanggal yang lebih bisa kalian pilih juga jadi lebih banyak. Ya kecuali aturan pemilihan tanggalnya ribet ya. Biar jauh juga susah dapet yang cocok. - Konsep pernikahan
Ini juga penting. Bahkan sebenarnya dari masa pacaran pun ini lumayan penting buat diomongin. Nantinya mau menikah seperti apa, pesta atau engga, mau pesta besar atau kecil, dsb. Soalnya kalau dari awal udah diomongin, lumayan menghindari konflik lagi karena beda keinginan. Yang nikah kan ga cuma seorang, otomatis ga bisa sesukanya dong. Lalu kalau uda masuk masa wedding preparation, bagian ini harus lebih didetilkan, kalau mau pesta maunya di tempat seperti apa, budget-nya berapa, estimasi undangan berapa orang, kalau budget terbatas variabel apa aja yang mau lebih diprioritasin, dsb. - Venue pernikahan
Menurut saran sesepuh-sesepuh yang sudah menjalani persiapan pernikahan, venue pernikahan ini penting banget banget. Kenapa? Soalnya ibarat nyari jodoh, susah nyari venue yang pas di hati, kantong, dan available. Di kasus aku aja jadinya ada acara pusing-pusing ria nyari venue karena yang pas di hati dan kantong saat itu ga available di tanggal yang kami mau (cerita selengkapnya di post berikutnya). - Catering
Yang ini tergantung sih. Kalau venue kalian restoran atau hotel yang mewajibkan catering dia, bagian ini bisa diabaikan. Tapi kalau engga, siap-siap mencari catering sesegera mungkin. Soalnya kan catering masalah selera, klo ga suka juga rasanya gimana gitu... Sedangkan untuk icip-icip sana-sini ya lumayan makan waktu juga. Kecuali pas lagi ada pameran dan banyak yang sediain test food. - Bridal
Hati-hati soal bridal. Hati-hati. Jangan pernah deal sama bridal sebelum kalian dapat venue. Jangan pernah. Percaya deh, bahaya. Aku sendiri awalnya juga sadar soal ini, tapi ketipu juga sama bridal taiwan berinisial NB yang terkenal marketing-nya luar biasa ngotot sampai tanda tangan punya. Menyesal sekali lho rasanya. Ingat, jangan pernah mau termakan bujuk rayu bridal taiwan yang terkenal tidak pernah mau melepas mangsanya dan buru-buru deal. Boleh deal klo kamu beneran uda cari review, udah dateng lihat koleksinya dan suka, dan uda dapet venue. Kenapa? Soalnya kalau kamu belum dapet venue dan deal di bridal lalu ternyata naksir venue-nya yang jauh dari bridal, kamu bakal pusing banget. Antara kamu harus mengikhlaskan salah satu atau harus repot banget bolak-balik agak jauh saat hari H. Ga mau kan? Mending jangan makanya. - Holy matrimony
Tergantung kalian menikah dengan prosesi agama apa (karena di Indonesia harus nikah secara agama dulu, sebelum nikah sipil), jangan lupa memastikan hal ini tidak terlewat. Di kasusku, aku akan menikah secara Katolik, jadi harus buru-buru daftar di gereja. Ga tau kalau dengan prosesi agama lain, tapi kalau di Gereja Katolik, daftar pernikahan aja kalau ga buru-buru juga bisa terancam ga dapet. Selain gereja juga masih butuh persiapan-persiapan lain seperti KPP, romo yang bersedia memberkati (tergantung gerejanya), kanonik, koor, buku misa, dsb. Kalau beda agama apa lagi, harus makin gesit persiapannya soalnya kanoniknya jadi lebih rumit *nangis di pojokan* :(( - Wedding cake
Yang ini penting ga penting. Kalau mau ada kue saat hari H, ya boleh segera cari. Kalau ga mau ada, skip aja. Tapi sepertinya halnya bridal yang punya prerequisite venue, wedding cake ini prerequisite-nya adalah bridal. Kenapa? Bridal biasanya suka kasih voucher wedding cake dan biasanya menyediakan katalog wedding cake rekanannya yang harganya masih kisaran nominal voucher yang diberikan. Jangan sampai kayak saya, deal dulu di vendor kue, lalu ngecek katalog kue di bridal dan nyesel karena vendor itu ngasih pricelist yang lebih murah dari yang ditawarin ke saya. Nyeselnya luar biasa. Mau komplain juga ga enak, takut vendornya kesel terus performance-nya jadi buruk. Duh. - Invitation
Undangan ini juga penting ga penting. Memang sih, sekarang zaman uda canggih, bisa pakai undangan digital aja yang murah atau bahkan gratis kalau mau berusaha lebih keras. Tapi ga mungkir, orangtua generasi aku sih pasti menolak mentah-mentah kalau dibilang ga ada undangan sama sekali. Tentu saja karena orang-orang generasi orangtuaku banyak yang belum melek teknologi, Kak. Kalau cuma ditelepon katanya ga sopan, dikasih e-invitation katanya ga ngerti lihatnya, kalau cetak sebagian cuma buat yang tua-tua mahalnya jadi sama dengan cetak banyak. Belum lagi kalau jadi mau bikin harus siap-siap design-nya makan waktu lumayan dan uda harus tercetak sekitar sebulan sebelum hari H. Ayo gerak cepat! - Souvenir
Penting ga penting juga. Tapi biasanya kalau orangtua pasti komentar. Masa kamu undang orang datang jauh-jauh kemari lalu mereka pulang tangan kosong?? Terlalu. Okeh, aku lebay, tapi bisa aja begitu anggapan orangtuamu. Mending cek dulu aja daripada salah. Tapi kalau memang mau ada, ga boleh terlalu santai juga soal ini. Soalnya vendor souvenir tergolong paling sering lelet dan ngaret. Jadi lebih cepat selalu lebih baik. - Cincin kawin
Ini penting banget tapi kok di bawah sih??? Sorry, lupa masukin aja, hahaha. Biasanya cuma simbolik sih. Tapi namanya wanita, ganjen dikit pengen cincin yang cakep juga buat dipake sekali seumur hidup ga salah dong? Ga salah, tapi ingat, sesuaikan dengan budget dan custom made tidak selalu sesuai dengan keinginanmu. Siap-siap manage expectation aja. Nyari cincin ini juga ibaratnya nyari jodoh, susah-susah gampang. Maunya yang cakep, murah, pas di hati. Kadang nemu yang cakep banget, naksir, eh harganya luar biasa. Giliran uda nemu yang pas, mesen, eh kok hasilnya beda? *curhat*
Aduh, udah dulu deh. Panjang bener. Nanti bacanya juga jadi capek. Yakin banget ada yang baca ini? Hahaha. Meskipun list yang kelihatannya perlu dipikirin ini cuma 11, tapi sebenarnya di dalamnya mungkin ada banyak subtask lho. Jadi jangan leha-leha ya. Ayo semangat semua yang lagi persiapan pernikahan! Kita bisa, osh! *kencangkan ikat kepala*
NB: Oya, kalau kamu wanita yang budget pernikahannya tidak besar, hati-hati ya, ladies. Seiring dengan googling-googling bahagia mencari referensi, kadang kamu jadi kebawa arus "gelora pernikahan". Jadi agak kepingin kayak calon pengantin lain yang begini begitu. Ga salah memang, tapi hati-hati aja. Inget baik-baik lagi, apa sih yang penting dari pernikahan kalian? Jangan sampai ribut-ribut atau menyesal karena hal-hal yang mendadak kamu inginkan setelah melihat calon pengantin lain. Be happy with what you have ;)
NB: Oya, kalau kamu wanita yang budget pernikahannya tidak besar, hati-hati ya, ladies. Seiring dengan googling-googling bahagia mencari referensi, kadang kamu jadi kebawa arus "gelora pernikahan". Jadi agak kepingin kayak calon pengantin lain yang begini begitu. Ga salah memang, tapi hati-hati aja. Inget baik-baik lagi, apa sih yang penting dari pernikahan kalian? Jangan sampai ribut-ribut atau menyesal karena hal-hal yang mendadak kamu inginkan setelah melihat calon pengantin lain. Be happy with what you have ;)
No comments:
Post a Comment