Kami sudah membicarakan tentang pernikahan cukup awal dalam hubungan kami. Yah, namanya juga mulai pacaran pas udah umur segini. Baru mulai juga langsung bilang serius, hihi.
Awalnya kami tidak berencana untuk terburu-buru. Setelah mulai saling bertanya tentang target masing-masing, kami sepakat untuk menargetkan pernikahan di tahun 2017. Terdengar cukup masuk akal. Ia akan berumur 28, dan aku 26 pada saat itu. Tidak begitu tua, tidak begitu muda, terdengar pas. Tapi lalu sekitar akhir Juni, ia mulai membahas kemungkinan menikah lebih cepat. Mulai dari apa yang dapat ia lakukan untuk memuluskan keinginan itu, hingga apa keuntungan jika kami mempercepat pernikahan. Beberapa kami ragu dan berhenti membahasnya, lalu kembali meninjau kembali kemungkinan tersebut. Terkadang ia bercanda, ayo jadikan saja akhir tahun ini. Aku tak yakin ia serius sehingga hanya tertawa. Namun akhirnya pada bulan Agustus, kami putuskan untuk mencoba rencana tersebut, menikah tahun ini. Wow, mendadak naik dengan cepat ya, haha.
Ketika kami masih tidak yakin dengan rencana untuk menikah lebih cepat, ia sempat mengajak untuk memilih cincin. Katanya, tidak jadi menikah lebih cepat toh nanti pasti butuh. Jadi dibeli dulu saja pun tidak ada ruginya. Mengurangi satu masalah untuk dipikirkan pula. Aku setuju.
Jadi, setelah membicarakan hal tersebut, kami pergi ke Slipi Jaya untuk mengecek harga cincin nikah. Kenapa Slipi Jaya? Karena itu tempat yang paling dekat dengan kantor kami. Sebelum atau sesudah makan malam kami bisa mampir ke sini untuk sekedar melihat-lihat dan menyiapkan estimasi biaya yang harus dikeluarkan.
1. Toko Mas Singgalang
Toko yang awalnya terletak di lantai dasar (atau lantai 1 namanya?) Slipi Jaya ini belum lama pindah ke lantai di atasnya. Terlihat terang sendiri di sisi atas Pizza Hut, pasti mudah ditemukan. Pilihan cincin kawin di sini tidak begitu banyak. Sejujurnya, kalau dilihat sekilas, ga ada yang masuk dengan seleraku. Tapi ternyata setelah basa-basi coba (karena takut ga enak kalo langsung ngeloyor pergi), ada juga yang kelihatannya jelek, tapi pas dicoba lucu juga. Harga cincin kawin di toko ini termasuk mahal. Harga 1 gram emas putih Rp. 430.000,- dan untuk ongkos bikinnya masih dikenakan Rp. 480.000,- per gram lagi. Totalnya jadi mahal banget sih untuk cincin sepasang. Tapi lumayan dapet gambaran buat harga batas atas sih jadinya. Tapi memang waktu pembuatan cincinnya memang lumayan cepat sih, dua minggu saja.
2. Toko Mas Indonesia
Toko ini terletak di lantai dasar Slipi Jaya. Dekat sekali dengan Toko Roti Conato. Kalau masuk dari pintu samping, pasti langsung terlihat. Sama seperti Singgalang, pilihannya tidak banyak, tapi untuk harga memang jauh lebih murah. Harga 1 gram emas putih Rp. 420.000,- jika memilih barang yang tersedia dan Rp. 500.000,- termasuk ongkos jika pesan baru. Sayangnya waktu pembuatan cincin di sini relatif lama, dua bulan. Belum lagi pelayanannya agresif. Orang baru datang lihat-lihat langsung ditodong mau pesan yang mana buat kapan. Hii~
Di akhir pekan berikutnya, 15 Agustus 2015, kami memutuskan untuk pergi ke Cikini Gold Center untuk mencari cincin kawin. Awalnya ia sempat mengajak aku untuk pergi ke Kaliem yang sudah terkenal di Blok M. Tapi dari hasil pencarian di Google, tampaknya Kaliem ini harganya lumayan mahal. Jadi kupikir lebih baik coba di tempat yang agak murah dulu, kalau ga ada yang cocok, baru cari ke tempat yang lebih mahal.
3. Toko Mas Kenanga
Berhubung di dunia maya ini jadi toko kedua ter-ngetop di Cikini dan konon lebih murah dan sepi daripada Toko Suki, kami memutuskan untuk mengecek tempat tersebut. Pilihan cincinnya tidak begitu banyak sebenarnya. Aku tertarik dengan 1-2 cincin saja paling. Sayangnya pelayanan di tempat ini tidak begitu menyenangkan. Selama melihat-lihat, kami lumayan dicuekin oleh empunya toko. Beliau sibuk melayani pasangan lain yang sepertinya sudah deal. Waktu tanya harga juga jawabnya terkesan main-main dan meremehkan. Mungkin karena ketika ditanya mau dipakai kapan kami menjawab dengan tidak cukup jelas, jadi disangka ga bakalan beli punya. Lah wong emang belum tau mau dipake kapan. Bilang emak bapak aja belum, Om! Serius, jadi lumayan ilfil di sini. Maka pergilah kami ke toko berikutnya.
NB: Buat yang tertarik, harga emas di sini Rp. 370.000,- per gram-nya belum termasuk ongkos. Ongkosnya sekitar Rp 800.000,- kalau ga salah inget.
4. Toko Mas Suki
Toko paling ngetop versi internet ini ternyata ramai sekali, guys. Untuk sekedar nyempil lihat pilihan cincinnya aja sulit. Akhirnya kami dengan sabar ngantri di belakang pasangan yang ada sambil nyelipin kepala untuk lihat-lihat. Begitu ada yang pergi, langsung selip. Tapi itu pun jadinya cuma bisa lihat di daerah situ-situ doang, karena daerah lain penuh orang juga. Pilihan cincin di sini lumayan banyak sih. Banyak banget malah. Mungkin karena uda spesialis cincin kawin, ga jual jenis perhiasan lainnya. Meski pemiliknya sibuk sama pasangan lain, tapi kami ga dicuekin di sini. Beberapa kali minta lihat cincin yang dipajang pun dilayani dengan baik. Tanya harga di sini, harganya lumayan mirip sama Kenanga. Ongkosnya Rp. 900.000,- sepasang, grafir cetak gratis, grafir sambung tambah Rp. 50.000,- lagi. Lama pembuatan 1 bulan. Setelah coba beberapa cincin (dikit sih nyobanya karena susah lihat), akhirnya naksir satu cincin. Naksir banget malah, saking kelihatan pas banget di jari manis kiri aku. Akhirnya dipikir-pikir, males juga lihat cincin lain (selain karena susah), jadi langsung pesen yang ini aja. Setelah ditanya, jadinya murah sekali, cuma sekitar 3 juta sepasang. Wow. Langsung DP deh. Tadinya aku malah pengen minta beli langsung yang di etalase aja karena uda cocok banget dan takut dibikin ulang ga mirip. Tapi pacar keberatan, katanya itu cincin uda dicoba banyak orang pasti. Jadi akhirnya sabar-sabarin deh.
Saat pulang, rasanya senang sekali. Ketemu cincin cantik, harganya murah, nemunya cepet pula. Rasanya kayak nemu jodoh :))
Sayangnya, setelah cincinnya jadi sekitar tanggal 9 September 2015, hasilnya berasa agak beda. Ga serapi yang di display, agak lebih tipis, band-nya terlihat lebih lebar, dan berasa beda dipake. Sempet galau mau bikin ulang atau gimana. Terutama karena punya pacar itu tipis banget banget. Masa ukurannya lebih gede dari punyaku tapi lebih enteng dari punyaku? Pas ditanyain katanya pengrajinnya mungkin gilingnya kurang pas aja. Jumlah emasnya berusaha dipas-pasin totalnya jadi 6 gram. Lah, kita aja pesen untuk 6.5 gram sebenernya. Dan dari awal aku malah sempet nanya apa ga perlu ditambahin karena itu kan ukurannya nambah gede sebenernya. Tapi katanya klo nanti memang kurang baru ditambah. Kalau kayak gini kan jadi serba salah. Kita mana ngerti harusnya berapa gram biar ga tipis. Padahal klo ditambah tebelan 2x lipat tapi jadi bagus pun kita ga masalah kok. Tapi karena uda terlanjur juga, kita putusin keep cincin tersebut sebagai cincin tunangan. Kalau memang nanti ga cocok, palingan bikin baru lagi.
No comments:
Post a Comment